Hampir 1.5 tahun tinggal di Sapporo, Hokkaido, Jepang. Masih teringat jelas di benak saya setahun yang lalu, di hari yang sama. Musim dingin di kota ini begitu dingin dan baru akan berakhir pada April tahun depan.
Kawan, jika kalau bicara tentang tekad mungkin saya adalah orang yang sangat lemah tekadnya. Setidaknya untuk saat ini.
Beberapa bulan ini, progres penelitian saya berjalan stagnan. Bukan karena sulitnya saya mencoba, atau usaha yang saya lakukan gagal. Tapi blas, saya tidak melakukan apa-apa dengan penelitian saya.
Dalam beberapa bulan ini, yang saya lakukan hanya buka yutub, fesbuk, atau web-web remeh lainnya yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan riset yang tengah saya lakukan.
Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya. Apakah saya stres? depresi? entahlah.. Tapi yang pasti saya sangat sedih dengan apa yang sedang saya alami saat ini.
Semangat yang dulu menggebu-gebu untuk menyelesaikan S3 saya tepat waktu perlahan-lahan memudar. Tak jarang, saya menangisi kondisi saya yang sekarang. Kok gini amat ya..
Jika diibaratkan grafik, kondisi saya sekarang seperti meluncur terjun bebas. Belajar saya malas, ibadah seperti tidak dengan jiwa, dan cenderung malas bertemu orang.
Saya pusing, saya sedih, saya menangis.
Sampai pada tahap dimana saya tidak tahu harus berbuat apa. Belakangan, saya berpikir, asalkan orang-orang melihat keadaan saya baik-baik saja. Saya merasa cukup.
Selalu di ujung telepon, Ayah & Bunda selalu menanyakan kabar yang hanya bisa saya jawab dengan "Alhamdulillah, semua baik, semua lancar". Tapi sungguh, ingin saya menangis dan menceritakan semua apa yang saya rasakan saat ini. Ingin saya katakan bahwa keadaan saya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ingin saya tumpahkan segla unek-unek saya.
Tapi apa? Apa yang mesti saya ceritakan? Apa yang mesti saya keluhkan? Saya sendiri tidak tahu, dan tidak mampu menjabarkan masalah yang tengah saya hadapi saat ini. Bukankah jika begitu keadaannya, hanya akan menambah beban pikiran mereka yang jauh di tanah air sana.
Hari-hari berjalan seperti biasa.
Saya pergi ke lab dari pagi dan baru pulang nyaris tengah malam. Kadang harus menerobos terpaan salju yang lebat dan kencang. Tapi sungguh, semua itu tak ada arti apa-apa melainkan untuk mengkamuflase bahwa saat ini saya baik-baik saja. Bahwa saat ini saya sedang ada kesibukan.